Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, harga beras kini sudah tak naik lagi. Namun, pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut harga beras kini memang belum mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh produksi yang menurun dan restriksi ekspor beberapa negara, contohnya India.

"Beras enggak naik lagi, cuma memang belum turun karena supply and demand. Produksi kita turun dan di luar negeri seperti India masih melarang karena masih negosiasi," katanya ketika ditemui usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023). Dia bilang, jika masyarakat ingin harga beras yang terjangkau, bisa membeli beras Bulog yang dijual seharga Rp10.900 per kilogram. Hari ini, menurut data panel harga Badan Pangan Nasional, harga beras premium naik 0,13 persen atau sebesar Rp20, menjadi Rp14.970 per kg.

Mendag Zulhas Sebut Harga Beras Sudah Tidak Naik, Cuma Memang Belum Turun Ada Mendag Zulhas di Pasar Kebon Kembang Bogor, Harga Cabai dan Beras Turun, Telur Ayam Naik Mendag Zulhas Sambangi Pasar Tanjungsari Sumedang, Cek Harga Beras

Harga Beras Turun, Telur Naik Mendag Zulhas Tak Bisa Jamin Harga Kebutuhan Tidak Naik Jelang Lebaran Saat di Soreang Bandung Mendag Zulhas Beberkan Alasan Harga Beras Premium Mahal: Suplai Kurang karena Masa Tanam Geser

Harga Beras yang Mahal Diprediksi Kembali Normal di Akhir Maret, Mendag Gembira Sudah Turun Rp1.000 Harga Beras Naik Sampai Rp 3000, Tapi Turun Cuma Rp 500 per Kilogramnya Harga beras medium naik 0,08 persen atau sebesar Rp10, menjadi Rp13.170 per kg.

Kenaikan harga beras ini turut menjadi sorotan ekonom senior yang juga eks Menteri Keuangan 2013 2014, Chatib Basri. Chatib meminta pemerintah agar terus mewaspadai kenaikan harga beras yang terus terjadi akhir akhir ini. Ekonomi Senior Chatib Basri menyebutkan, kenaikan harga beras efeknya lebih besar dibandingkan kenaikan harga BBM.

“Beras merupakan komoditas politik. Paling sensitif. Bila harga beras naik, maka efeknya akan lebih besar dirasakan masyarakat,” kata Chatib Basri, Rabu (22/11/2023). Chatib pun menceritakan saat ia menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia merasa paling takut dengan kenaikan harga beras. "Lebih takut dari kenaikan harga bahan bakar minyak," ujarnya. Menurutnya, imbas melonjaknya harga BBM muncul secara tidak langsung. Akan tetapi, kalau harga beras naik, maka efeknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Ini akan langsung datang efeknya. Jadi, kalau harga beras naik, bukan tidak mungkin maka persentase kemiskinan naik. Karena memang kenaikan harga beras paling sensitif,” ujar Chatib. Selain itu, saat ini kenaikan harga beras menjadi penyumbang terbesar inflasi di Indonesia sejak Agustus hingga Oktober 2023. Harga beras melonjak karena pasokan turun, fenomena El Nino jadi penyebab utama kekeringan yang berakibat panen padi berkurang.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras tersebut, Chatib pun mengimbau pemerintah untuk menjaga suplai dan memberikan bantuan sosial.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *